Kamis, 17 Februari 2011

De rossi terima cemoohan fans

ROMA, KOMPAS.com - Gelandang AS Roma, Daniele De Rossi, memaklumi jika para fans mengejek timnya setelah kalah 2-3 dari Shakhtar Donetsk di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu atau Kamis (17/2/2011).

Kekalahan itu memang menyakitkan, karena terjadi di kandang sendiri. Roma sebenarnya diuntungkan dengan ribuan pendukung setia mereka yang hadir di Olimpico. Namun, Francesco Totti kurang tampil maksimal. Bahkan, mereka sempat tertinggal 1-3, sebelum memperkecil kekalahan menjadi 2-3.

"Ini momen yang sulit untuk klub dan kami mengucapkan terima kasih kepada para fans yang tetap menonton kami malam ini. Kami patut dicemooh, karena kami harus menerima kritikan kepada kami," kata De Rossi kepada Sky Sport.

"Roma punya potensi untuk menggagalkan semuanya. Tapi kami butuh beberapa waktu untuk menjadi skuad yang lebih baik pada tingkat ini. Tim harus tetap tenang," sambungnya.


De Rossi yakin, pada leg kedua, 8 Maret nanti, akan menjadi misi yang sulit untuk timnya. Mereka harus menang minimal 4-3 atau selisih dua gol dari lawannya itu. Apalagi Roma harus bertandang ke Donbass Arena, kandang Donetsk.

"Mereka (Shakhtar) adalah tim yang banyak menahan bola. Pada leg berikutnya, kami harus melakukan yang lebih baik ketimbang mereka. Mereka selalu berbahaya dalam serangan balik. Leg selanjutnya akan sulit, tapi bukan tak mungkin," tegasnya.
 AS Roma terancam mengalami kekalahan. Tampil di kandang sendiri pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu atau Kamis (17/2/2011) dini hari WIB di Stadion Olimpico, Francesco Totti dkk dipaksa tertinggal 1-3 oleh Shakhtar Donetsk.

Roma justru lambat berkembang. Pada menit ke-9, Donetsk malah memberikan sedikit tekanan kepada Roma. Tendangan voli Jadson yang memanfaatkan sepak pojok masih berhasil diblok John Arne Riise. Satu menit berselang, giliran pemain belakang Donetsk yang mengeblok tendangan pemain Roma, Jeremy Menez.

Kiper Roma, Alexander Doni, hampir saja melakukan blunder pada menit ke-12. Tangkapannya yang kurang baik membuat bola hasil tendangan bebas Darijo Srna hampir menjadi gol bagi tim tamu. Beruntung, bola tersebut hanya berbuah tendangan sudut bagi Donetsk.

Roma punya peluang emas pada menit ke-20. Namun, tandukan Nicolas Burdisso yang memanfaatkan sepak pojok Francesco Totti masih melebar di atas mistar gawang kiper Donetsk, Andriy Pyatov.

Roma akhirnya mampu memecah kebuntuan pada menit ke-28. Umpan Rodrigo Taddei disambut tandukan oleh Simone Perrotta. Sebelum masuk ke gawang, bola tandukan Perrotta sempat menyentuh badan pemain Donetsk.

Sayang, keunggulan Roma tak bertahan lama. Satu menit berselang, bola tendangan keras Jadson menyentuh pemain belakang Roma sebelum akhirnya masuk ke gawang Doni yang sudah mati langkah.

Donetsk berbalik unggul pada menit ke-36 lewat aksi Douglas Costa. Gol Donetsk ini pun dicetak oleh Douglas Costa dari luar kotak penalti.

Vucinic coba menyamakan kedudukan pada menit ke-41. Sayang, bola tendangan kaki kirinya masih melebar di sisi kanan gawang Pyatov.

Bukannya menyamakan kedudukan, gawang Roma malah kebobolan pada menit ke-42. Kali ini sang aktor adalah Luiz Adriano, yang berhasil memanfaatkan umpan Douglas Costa.

Adriano hampir mencetak gol kedua. Namun, peluang dari Adriano pada menit tambahan babak pertama berhasil digagalkan oleh bek Philippe Mexes. Skor tetap 1-3.

Susunan pemain
AS Roma: 32-Alexander Doni; 77-Marco Cassetti, 29-Nicolas Burdisso, 5-Philippe Mexes, 17-John Arne Riise; 11-Rodrigo Taddei, 16-Daniele De Rossi, 20-Simone Perrotta; 94-Jeremy Menez; 10-Francesco Totti, 9-Mirko Vucinic.

Shakhtar Donetsk: 30-Andriy Pyatov; 33-Darijo Srna, 27-Dmytro Chygrynskiy, 44-Yaroslav Rakitskiy, 26-Razvan Rat; 3-Tomas Hubschman; 20-Douglas Costa, 8-Jadson, 10-Willian; 22-Henrik Mkhitaryan, 9-Luiz Adriano.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar